Tuesday, June 28, 2016

Cara Cerdas Memilih Investasi (bagian 1)



Baik kali ini saya ingin memberikan copy write dari buku yang saya baca karya Heru Susanto, dengan judul buku 101 kecerdasan yang harus dimiliki sebelum berinvestasi.
 
kecerdasan pertama: Bukan Mahluk Asing
 
Investasi bukan lah mahluk asing dari negeri antah berantah. Tetapi adalah istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekoonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang investasi juga disebut sebagai penanaman modal.

Beberapa produk investasi dikenal sebagai efek atau surat berharga. Definisi efek adalah suatu instrumen bentuk kepemilikan yang dapat dipindahtangankan dalam bentuk surat berharga, saham atau obligasi, bukti utang (promissory notes), bunga atau partisipasi dalam suatu perjanjian kolektif (reksa dana),hak untuk membeli suatu saham (rights) , haransi untuk membeli saham pada masa mendatang atau instrumen yang dapat diperjual belikan.

Selain dapat menambah penghasilan seseorang, investasi juga dapat membawa risiko keungann jika investasi tersebut gagal. Kegagalan investasi disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah faktor keamanan, baik dari bencana alam atau diakibatkan faktor manusia. Atau bisa juga karena ketertiban hukum.

Jika anda rajin membaca kitab, tentu anda ingat nabi nuh sebagai manusia pertama yang berinvestasi sebuah kapal laut atau bahtera, walau memperoleh cemoohan dari orang-orang sejamannya, nabi nuh berpegang teguh pada perintah tuhan dalam berinvestasi sebuah bahtera ini.

Sejak dahulu, investasi sudah akrab dengan kehidupan manusia. Itulah yang membuat kehidupan ini berkembang. Sebuah negara yang masyarakatnya tidak dididik untuk berinvestasi akan menjadi sebuah negara yang gagal yang akan menanggung banyak utang.

Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetepi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contohnya membangun rel kereta api atau pabrik. Investasi adalah suatu komponen dari produk domestik bruto dengan rumus PDB = C+I+G+(X-M) dimana C adalah konsumsi, I adalah investasi, G adalah belanja pemerintah dan X adalah eksport dan M adalah import.

Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada investasi no residential (seperti pabrik dan mesin) dan investasi residential (rumah baru). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga, dilihat dengan kaitannya I = (Y,i). Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi lebih besar dimana tingkat bunga yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan meminjam uang. Walaupun jika suatu perusaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendri untuk investasi, tingkat bugna menunjukan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjakan untuk mendapatkan bunga. 

Di dalam terminologi kemandirian finansial, investasi ditengarai atau dikenal sebagai tingkatan dimana uang bisa dengan mampu bekerja untuk kita, sementara starata yang lain, kitalah yang bekerja untuk dan demi uang. Di dalam bagian berikutnya dari hampir keseluruhan artikel ini akan membahas bagaimana kita mengarahkan uang kita supaya bisa bekerja dan menghasilkan uang lagi untuk pemiliknya. Dengan kata lain kita akan mengajari agar uang kita menjadi uang yang cerdas.


Terimakasih Atas Kunjungannya
Judul: Cara Cerdas Memilih Investasi (bagian 1)
Ditulis oleh winarno adhi Prasetyo
Rating Blog 5 dari 5
Item Reviewed: Cara Cerdas Memilih Investasi (bagian 1)
Semoga artikel Cara Cerdas Memilih Investasi (bagian 1) ini bermanfaat bagi saudara. Silahkan membaca artikel kami yang lain.

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Komentar anda sangat berguna untuk perkembangan blog anda dan blog ini. Anda mendapat backlink GRAATIS , Silahkan Berkomentar...

 
Copyright © tukang blog
Designer : belajar internet