Saturday, November 27, 2010

Budaya Organisasi



Budaya Organisasi

Definisi Budaya dan Organisasi
Ketika seseorang menilik bahasan kebudayaan, maka seolah akan hanyut dalam sebuah bidang yang luasnya seolah-olah tidak ada batasanya, sehingga sukar sekali untuk mendapatkan batasan pengertian atau pemaknaan yang lugas dan rinci mencakup segala sesuatu yang seharusnya masuk dalam kajian tersebut.

Kata kebudayaan itu sendiri jalmaan dari kata “buddayah” dari bahasa sansekerta yang merupakan bentuk jamak dari kata “budhi” yang berarti budi dan akal. Sedangkan kata “culture”berasal dari bahasa latin yaitu “colore”yang mempunyai arti mengolah atau mengerjakan. Dari asal arti kata “colore” tersebut kemudian menjalma menjadi kata “culture”.

Schein membahaskan budaya adalah sebagai satu kesatuan dan seluruhan yang komplek yang mencakup pengetahuan, kepercayaan kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan dan kebiasaan anggotamasyarakat

Sifat dari budaya yang berkesinambungan tersebut dan hadir disemua lini kehidupan mengakibatkan budaya meliputi semua penetapan perilaku yang dapat diterima selama satu fase kehidupan tertentu. Budaya juga terbentukdari struktur fisik serta lingkungan sosial yang mempengaruhi kehidupan kita. Sedangkan pengaruh dari budaya itu sendiri terhadap kehidupan kita sebagaian besar tidak kita disadari.

Walaupun sulit memaknai secara tegas, untuk dapat memahami apa yang dimaksud dengan budaya organisasi ada beberapa “batasan” atau pernyataan yang dapat membantu penyamaan persepsi, atau setidaknya pemahaman mengenai budaya organisasi: ketika orang-orang bergabung dalam suatu organisasi, mereka membawa atribut nilai-nilai dan kepercayaan yang sudah diajarkan kepada mereka sebelumnya. Tetapi kerapkali “bekal / uang saku”ini tidak cukup menjadi modal seseorang untuk bisa survive dalam sebuah ruang organisasi. Orang perlu belajar menegnai nilai-nilai dan kepercayaan yang berlaku terjabar di dalam organisasi.
Budaya organisasi diciptakan dan dikembangkan oleh para para pimpinan sehingga hubungan budaya organisasi dengan kepemimpinantidak dapat saling dipisahkan, mereka

Hubungan Antara Budaya Dengan Organisasi
Budaya merupakan sistem dari aturan informal yang menunjukkan bagaimana orang-orang didalamnya berperilaku pada sebagian besar waktunya dalam organisasi. Dengan kata lain budaya organisasi sebagai suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan organisasi yang lain. Makna itu mewakili suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi tersebut, yang menyangkut aturan-aturan dan larangan-larangan yang menentukan bagaimana para anggota akan bertindak antara satu terhadap lainnya dan terhadap orang luar organisasi. Dari semua penjabaran diatas, terlihat jelas betapa amat kompleksnya keterkaitan antara budaya organisasi dengan problematika organisasi. Demikian halnya dengan definisi budaya organisasi yang beragam, namun ada dua benang merah dari pemahaman budaya organisasi yaitu stabilitas dan integrasi.
Budaya juga terhubung erat dalam kerangka organization development, yang terkait erat dengan program intervensi keorganisasian, struktur organisasi dan pada akhirnya menyentuh aktivitas perencanaan SDM, pengembangan, pendidikan dan pelatihan agar SDM memiliki nilai budaya yang kuat, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan “dunia terkait”. Selain stabilitas struktur dan integrasi ada rongga lain yang tercakup dalam budaya perusahaan yakni nilai, pola perilaku, tata cara, adat istiadat, tradisi dan sebagainya.
Terbentuknya Budaya Organisasi
Budaya organisasi mempunyai pengertian sebagai aturan main yang ada didalam perusahaan yang akan menjadi pegangan dari “masyarakat organisasi” dalam menjalankan kewajibannya dan nilai-nilai untuk berperilaku didalam organisasi tersebut.
Selanjutnya dibedakan pengertian konsep organization culture (budaya organisasi) dengan organization climate (iklim organisasi). Iklim mengukur apakah budaya tertentu cocok terhadap nilai pribadi tertentu dari individu organisasi. Bilamana para individu mau menerima budaya yang telah disosialisasikan itu, maka iklim organisasi dikatakan sehat. Sebaliknya akan terjadi sebuah paradoks bila individu tidak mau menerimabudayaitu.

Pada umumnya, iklim organisasi bersifat teknis atau sementara, sedangkan budaya organisasi lebih kekal dan strategis. Pada hakekatnya budaya organisasi merupakan program mental kolektif yang bisa dirumuskan, diterapkan, dan dikembangkan dalam sebuah organisasi. Budaya merupakan satu set nilai, penuntun kepercayaan atau suatu hal, pengertian dan cara berfikir yang dipertemukan oleh para anggota organisasi dan diterima oleh anggota baru seutuhnya yang pada ujung pangkalnya adalah melengkapi para anggotanya dengan rasa (identitas) organisasi dan menimbulkan komitmen terhadap nilai-nilai yang dianut oleh organisasi. Beberapa unsur yang membentuk budaya organisasi antara lain:

1. Lingkungan organisasi; lingkungan demana organisasi itu beroperasi akan menentukan apa yang harus dikerjakan oleh organisasi tersebut untuk mencapai keberhasilan.
2. Nilai-nilai (values); merupakan konsep dasar dan keyakinan dari suatu organisasi.
3. Panutan atau keteladanan; orang-orang yang menjadi panutan atau teladan individu lainnya karena keberhasilannya.
4. Upacara-upacara (rites and ritual); acara-acara rutin yang diselenggarakan oleh organisasi dalam gambaran pola hubungan dengan individu organisasi.
5. “Network”, jaringan komunikasi informal didalam organisasi yang dapat menjadi sarana penyebaran nilai-nilai dari budaya organisasi.

Dalam proses pengembangannya, budaya organisasi dipengaruhi oleh faktor-faktor: kebijakan organisasi (organization wisdom), gaya organisasi (organization style), dan jati diri organisasi (organization identity).
Dengan kata lain, dahulu budaya organisasi adalah “akibat”, sekarang dijadikan sebagai “sebab”. Pernyataan yang masih tetap simetris dengan ini adalah budaya organisasi yang unggul akan menciptakan organisasi yagn sehat dengan “produktivitas” individu yang tinggi. Buday organisasi dikembangkan sedemikian rupa, sehingga mampu menjadi pemersatu dan cambuk gerak langkah anggota organisasi. Nilai-nilai yang itdak mendukung tujuan organisasi dibuang, sementara nilai-nilai yang mendukung tujuan organisasi dijadikan andalan daya dan merupakan intangible asset yang sangat berharga bagi organisasi.
Pada saat ini organisasi menjadi lebih memahami bahwa komponen-komponen budaya seperti adat istiadat (kebiasaan), tradisi, peraturan-peraturan (rules), aturan aturan (regulation), kebijaksanaan dan prosedur bisa membuat nuansa yang menyenangkan, sehingga proses gerak dari organisasi akan berjalan dengan sinergi.
Budaya bisa menjadi asset tetapi bisa juga menjadi beban (liability). Budaya merupakan suatu aset karena budaya mempermudah pengambilan keputusan dan pengendalian organisasi, dapat mempertinggi tingkat kerjasama dan komitmen didalam organisasi.
Ada tujuh dasar dari kehidupan perusahaan yabg dipengaruhi oleh aspek budaya perusahaan, yaitu: Kerja sama (coorporation), Pengambilan keputusan (decision making), Pengendalian (controlling), Komunikasi (communication), Komitmen (commitment), Persepsi (perception) dan Pembenaran perilaku (Justification of behaviour).
Sumber: http://yozaanshori.multiply.com/journal/item/18/Budaya_Organisasi_by_Novan
Terimakasih Atas Kunjungannya
Judul: Budaya Organisasi
Ditulis oleh winarno adhi Prasetyo
Rating Blog 5 dari 5
Item Reviewed: Budaya Organisasi
Semoga artikel Budaya Organisasi ini bermanfaat bagi saudara. Silahkan membaca artikel kami yang lain.

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Komentar anda sangat berguna untuk perkembangan blog anda dan blog ini. Anda mendapat backlink GRAATIS , Silahkan Berkomentar...

 
Copyright © tukang blog
Designer : belajar internet