Saturday, November 27, 2010

Profil dan Strategi Perusahaan PT Internasional Chemical Industry



Profil Perusahaan

PT Internasional Chemical Industry adalah salah satu perusahaan batterai terkemuka di Indonesia. Berdiri pada tahun 1959 di Medan. Setelah berkembang perusahaan yang biasa disebut PT.Intercalin (ICI) ini membuka pabrik ke dua di Jakarta pada tahun 1968, setelah itu membangun pabrik ke 3 di Surabaya pada tahun 1982. Dengan menggunakan merek ABC, PT.Intercallin ini memasarkan produk baterai ABC dengan teknologi zinc carbon. Karena Permintaan pasar yang begitu besar karena teknologi semakin berkembang. Alat-alat yang menggunakan baterai pun semakin banyak.
PT.Intercallin sudah memenuhi standar ISO (pengakuan internasional terhadap sebuah perusahaan) dari berbagai aspek antara lain ISO 9001:2008 tentang system manajemen mutu dan ISO 14001 : 2004 tentang manajemen lingkungan.

Dalam memasarkan produk-produknya. PT ICI ini sudah merambah kepasar global bahkan ke lebih dari 50 negara. Terbukti dari diekspornya ke berbagai negara, diantaranya oleh pemegang merek lain. Pemegang merek ini memesan baterai kepada produsen baterai ABC, dan kemudian diberi merek mereka (toll/loan manufacturing). Jadilah ABC Alkaline ini berbaju merek kompetitor.
Kasus di atas hanyalah salah satu contoh produk kita yang mengalami nasib buruk. Meskipun kualitasnya secara teknis bagus (objective quality), tetapi di lapangan menunjukkan kenyataan yang berbeda. Ternyata tulisan Made in Indonesia merupakan beban tersendiri. Jangankan dalam rangka menembus pasar manca negara, di dalam pasar domestik pun mereka dianaktirikan. Konsumen Indonesia masih menganggap rendah produksi buatan negeri sendiri. Produk-produk buatan dalam negeri memiliki perceived quality yang rendah di mata konsumen Indonesia. Ironis memang. Kenyataan ini sangat berlawanan dengan yang terjadi di Korea Selatan, ketika secara obyektif kualitas produk mereka belum tinggi.



Memodifikasi Lingkungan
Peran perusahaan dalam masyarakat telah ditingkatkan yaitu dengan peningkatan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan dan masalah etika. Masalah seperti perusakan lingkungan, perlakuan tidak layak terhadap karyawan, dan cacat produksi yang mengakibatkan ketidak nyamanan ataupun bahaya bagi konsumen adalah menjadi berita utama surat kabar. Peraturan pemerintah pada beberapa negara mengenai lingkungan hidup dan permasalahan sosial semakin tegas, juga standar dan hukum seringkali dibuat hingga melampaui batas kewenangan negara pembuat peraturan (misalnya peraturan yang dibuat oleh Uni Eropa. Beberapa investor dan perusahaam manajemen investasi telah mulai memperhatikan kebijakan CSR dari Surat perusahaan dalam membuat keputusan investasi mereka, sebuah praktek yang dikenal sebagai "Investasi bertanggung jawab sosial" (socially responsible investing).
Banyak pendukung CSR yang memisahkan CSR dari sumbangan sosial dan "perbuatan baik" (atau kedermawanan seperti misalnya yang dilakukan oleh Habitat for Humanity atau Ronald McDonald House), namun sesungguhnya sumbangan sosial merupakan bagian kecil saja dari CSR. Perusahaan di masa lampau seringkali mengeluarkan uang untuk proyek-proyek komunitas, pemberian bea siswa dan pendirian yayasan sosial. Mereka juga seringkali menganjurkan dan mendorong para pekerjanya untuk sukarelawan (volunteer) dalam mengambil bagian pada proyek komunitas sehingga menciptakan suatu itikad baik dimata komunitas tersebut yang secara langsung akan meningkatkan reputasi perusahaan serta memperkuat merek perusahaan. Dengan diterimanya konsep CSR, terutama triple bottom line, perusahaan mendapatkan kerangka baru dalam menempatkan berbagai kegiatan sosial di atas.
Kepedulian kepada masyarakat sekitar/relasi komunitas dapat diartikan sangat luas, namun secara singkat dapat dimengerti sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas. CSR adalah bukan hanya sekedar kegiatan amal, di mana CSR mengharuskan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusannya agar dengan sungguh-sungguh memperhitungkan akibat terhadap seluruh pemangku kepentingan(stakeholder) perusahaan, termasuk lingkungan hidup. Hal ini mengharuskan perusahaan untuk membuat keseimbangan antara kepentingan beragam pemangku kepentingan eksternal dengan kepentingan pemegang saham, yang merupakan salah satu pemangku kepentingan internal.

PT.Intercallin selalu concern terhadap lingkungan, baik lingkungan industri atau lingkungan masyarakat secara umum. Sebagai wujud tanggung jawab terhadap lingkungan perusahaan sudah menerapkan system tegas berdasarkan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Sehingga masyarakat disekitar tempat produksi tidak dirugikan dengan adanya pencemaran lingkungan baik air, tanah maupun udara. Selain itu perusahaan juga mengadakan kegiatan social yang membantu masyarakat. Seperti mengadakan event khitanan masal, lomba balap Tamiya untuk Anak-anak. Karena secara tidak langsung PT.ICI ini akan mendapat perhatian dan citra yang baik di masyarakat.





Strategi Pemasaran

Sejak 1980-an, baterai ABC adalah penguasa pasar di negeri ini dengan melibas Union Carbide, produk dunia asal Amerika Serikat. Catatan per hari ini, 70% pasar domestik dikuasai baterai ABC yang diproduksi PT International Chemical Industrial Co. Ltd. (ICI), perusahaan yang berada dalam Grup ABC. Salah satu kekuatan baterai ini adalah distribusinya yang kuat, sebab dipegang PT Artha Boga Cemerlang (ABC) yang memiliki 72 titik jaringan distribusi di seluruh Indonesia. Khusus pasar Medan, dipegang PT Everbright Battery Factory.

Medan sangatlah berarti bagi produk ini. Sejenak menengok ke belakang, Chandra Djojonegoro dan Chu Sok Sam mendirikan pabrik pertama baterai ABC di Medan pada 1959. Tahun 1968, pabrik kedua di Jakarta mulai dibangun, disusul pabrik ketiga di Surabaya pada 1982. Jadilah mereka penguasa pasar dengan pertumbuhan hingga 20% selama tiga tahun terakhir.

Demikian pentingnya distribusi hingga ICI menempatkan 7 manajer bisnis yang mengover beberapa daerah sendiri. Di Jakarta saja, ICI menempatkan tiga manajer bisnis dalam wilayah tanggung jawab DKI I, DKI II dan DKI-Banten. Lalu, manajer bisnis Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Adapun wilayah pemasaran di luar Pulau Jawa dan Medan berada di Makassar.

Tak ingin disebut jago kandang, baterai ABC juga bisa ditemukan di lebih dari 50 negara di semua benua. Hanya saja, tidak lagi bernama Baterai ABC, kecuali di Australia dan beberapa negara lagi yang tetap memesan dalam merek ABC dan Alkaline. Di negara-negara lain, nama ABC tak dicantumkan alias ICI sekadar tukang jahit.

Demikian mumpuni merek ini, sehingga sempat diramalkan pabriknya kelak bangkrut jika listrik masuk desa. Ternyata, tidak terjadi. Sebaliknya, baterai ABC justru hadir hingga ke pelosok desa dan kampung.

Pemilik produk ini tampaknya sadar betul masa depan mereknya. Maka, semua kemungkinan buruk diantisipasi dengan berbagai inovasi dan tidak terlena oleh penguasaan pangsa pasar. Salah satu strateginya, memperluas pangsa pasar dengan menyentuh anak-anak. Ini dilandasi hasil survei Top of Mind (TOM) yang dilakukan ICI, yang menunjukkan, TOM orang dewasa terhadap baterai ABC mencapai 90% dari total responden, sedangkan pada anak-anak hanya 70%.

Maka, digelarlah berbagai event seperti lomba Tamiya setiap pekan. Dari Tamiya ini, ICI meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pencipta track Tamiya terpanjang, yakni 1,7 km. Adapun pertimbangan utama ICI menggarap pasar anak-anak adalah karena semakin berkembangnya industri mainan anak-anak yang tentu saja membutuhkan batu baterai.


Penghargaan dari MURI tersebut memperpanjang deretan penghargaan yang pernah diterima ICI, yakni American Award for Quality (1987-88), International Trophy for Quality serta Best of Decade (1990). Bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia, ICI juga pernah menyelenggarakan khitanan massal untuk 5.000 anak di 24 provinsi.

Tahun ini, manajemen ICI kembali akan menggelar kegiatan untuk semakin mendekatkan diri dengan konsumen, berupa hiburan layar tancap yang dulu pernah dilakukan di pinggir-pinggir kota. Bagi yang suka hadiah, ICI menyiapkan Rp 1,5 miliar untuk 2.975 orang pada kegiatan prmosi bertajuk Banjir Uang Batu Baterai ABC.
Terimakasih Atas Kunjungannya
Judul: Profil dan Strategi Perusahaan PT Internasional Chemical Industry
Ditulis oleh winarno adhi Prasetyo
Rating Blog 5 dari 5
Item Reviewed: Profil dan Strategi Perusahaan PT Internasional Chemical Industry
Semoga artikel Profil dan Strategi Perusahaan PT Internasional Chemical Industry ini bermanfaat bagi saudara. Silahkan membaca artikel kami yang lain.

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Komentar anda sangat berguna untuk perkembangan blog anda dan blog ini. Anda mendapat backlink GRAATIS , Silahkan Berkomentar...

 
Copyright © tukang blog
Designer : belajar internet