Saturday, November 27, 2010

PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI



PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI PADA UMUMNYA

Subsistem, itulah system perekonomian yang terjadi pada awal peradaban manusia. Dengan karakteristik perekonomian subsistem, orang melakukan kegiatan ekonomi dalam hal ini produksi, hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau kelompoknya saja. Dengan kata lain pada saat itu orang belum terlalu berfikir untuk melakukan kegiatan ekomomi untuk pihak lain, apalagi demi keuntungan. Kalaupun orang tersebut harus berhubungan dengan orang lain untuk mendapatkan barang lain, sifatnya adalah barter, untuk kepentingan masing-masing pihak.
Dengan semakin berkembangnya jumlah manusia beserta kebutuhannya semakin dirasakan perlunya system perekonomian yang lebih teratur dan terencana. Sistem barter tidak lagi dipertahankan, mengingat hambatan-hambatan yang dihadapi, seperti :


1. Sulitnya mempertemukan dua atau lebih pihak yang memiliki keinginan yang sama.
2. Sulitnya menentukan nilai komoditi yang akan dipertukarkan
3. Sulitnya melakukan pembayaran yang tertunda
4. Sulitnya melakukan transaksi dengan jumlah besar

Dengan Hambatan-hambatan yang terjadi tersebut, mulailah para cendekiawan memikirkan system perekonomian lain yang lebih bermanfaat dan dapat digunakan oleh manusia. Hasil-hasil pemikiran para ahli itu adalah :


A.1 SISTEM PEREKONOMIAN PASAR (LIBERALIS/KAPITALIS)

Dasar bekerjanya system ini adalah adanya kegiatan ‘invisible hand’/ tangan-tangan yang tidak terlihat yang dicetuskan oleh Adam Smith. Dasar ini berasal dari paham kebebasan. Buku Adam Smith yang berjudul “The Theory of Sentiments” menjadi kerangka moral bagi ide-ide ekonominya (1759). Paham kebebasan ini sejalan dengan pandangan ekonomi kaum klasik, dimana mereka menganut paham “Laissez faire”, yang menghendaki kebebasan melakukan kegiatan ekonomi, dengan seminim mungkin campur tangan pemerintah.

A.2 SISTEM PEREKONOMIAN PERENCANAAN (ETATISME/SOSIALIS)

Pencetus ide mengenai system ekonomi etatisme adalah Karl Marx, yang diilhami dengan penderitaan kaum buruh yang terjadi saat itu, sebagai ulah para kaum kapitalis. Dalam system ini praktis kegiatan ekonomi sepenuhnya diatur dibawah kendali Negara. Sistem ini dapat kita lihat pada Negara yang menganut faham komunisme, seperti UNI SOVIET misalnya. Tahap-tahap ide etatisme/komunisme yang sempat muncul adalah :

Pertama, tahap dimana prinsip ekonomi adalah ‘setiap orang memberi (kepada masyarakat) menurut kemampuannya, dan setiap orang menerima sesuai dengan karyanya.
Tahap tersebut berkembang menjadi ‘setiap orang member sesuai dengan kemampuannya, dan setiap orang menerima menurut kebutuhannya’ dengan kata lain ‘distribusi menurut kebutuhannya’ (Suroso, 1993).

Sistem sosialis sendiri terdiri dari :

Sistem sosialis pasar, dengan karakteristik :

• Faktor-faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak pemerintah/Negara.
• Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi dengan koordinasi oleh pasar.
• Rangsangan dan insentif diberikan berupa material dan moral, sebagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi.

Sistem sosialis terencana (komunis), dengan karakteristik :

• Fakor-faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak pemerintah/Negara
• Pengambilan keputusan ekonomi bersifat sentralisasi dengan koordinasi secara terencana.
• Rangsangan dan insentif diberikan berupa material dan moral, sebagai sarana memotivasi bagi para pelaku ekonomi.

Dengan semakin berkembangnya kesadaran masyarakat dan tuntutan perekonomian internasional, tampaknya system sosialis terencana ini mulai ditinggalkan oleh penganutnya. Salah satu contoh adalah yang diawali oleh presiden Rusia, Gorbachef dengan tindakan pembaharuannya. Dan akhir-akhir ini dengan mulai pecahnya Negara-negara berpaham komunis, yang didalam perekonomiannya cenderung bersistem sosialis.


A.3 SISTEM EKONOMI CAMPURAN

Sistem ekonomi campuran adalah merupakan kombinasi ‘logis’ dari ketidaksempurnaan kedua system ekonomi diatas (liberalism dan etatism). Selain resesi dunia tahun 1930-an telah menjadi bukti ketidaksanggupan system leberalis, langkah Gorbachef dan bubarnya kelompok Negara-negara komunis menjadi bukti pula kerapuhan system etatisme.
Sistem campuran mencoba mengkombinasikan kebaikan dari kedua system tersebut, diantaranya menyarankan perlunya campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebasan pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan ekonominya. Dengan keinginan seperti ini, banyak Negara kemudian memilih system ekonomi campuran ini.
Terimakasih Atas Kunjungannya
Judul: PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI
Ditulis oleh winarno adhi Prasetyo
Rating Blog 5 dari 5
Item Reviewed: PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI
Semoga artikel PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI ini bermanfaat bagi saudara. Silahkan membaca artikel kami yang lain.

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Komentar anda sangat berguna untuk perkembangan blog anda dan blog ini. Anda mendapat backlink GRAATIS , Silahkan Berkomentar...

 
Copyright © tukang blog
Designer : belajar internet