Tuesday, November 23, 2010

Negara Ini butuh Wirausahawan Lebih Banyak



Kenapa kita harus menjadi entreuprener? Ternyata indicator kalau Negara kita ingin maju adalah harus ada 2% warga Negara yang menjadi wirausahawan. Negara kita tiap tahun menghasilkan jumlah pengangguran yang semakin menumpuk. Baik pengangguran terdidik atau yang tidak terdidik. Ironis sekali, karena kita kekurangan lahan pekerjaan disisi lain pencari kerja/job seeker malah semakin bertambah.Solusi yang ditawarkan adalah siapa lagi kalau bukan kita selaku pembuat lapangan kerja.


Ini berhubungan dengan kultur budaya kita di masyarakat. Kerja di pemerintahan semisal PNS menjadi sebuah kehormatan besar, berbeda menjadi pedagang. Padahal kemungkinan kita mendapatkan lebih adalah dari pedagang, bukan menjadi pegawai biasa. Selain itu Mindset di masyarakat kita hanya sebagai job seeker bukan job maker.

Orang-orang pintar kita dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan asing. Lihat saja ITB, UI dan beberapa universtias bonafid lainnya. Ketika ia lulus, langsung ada tawaran kerja. Memang tidak ada yang salah. Akan tetapi ini berdampak pada mandeknya lapangan kerja. Kenapa tidak membuat lapangan kerja? Mengapa mereka hanya memilih mengabdikan skillnya kepada perusahaan asing?

Beberapa kesalahan orang pintar gagal dalam berwirausaha yang dipaparkan oleh Helmi Yahya kemarin pada saat seminar di UNY tepatnya di gedung auditorium bahwa Orang pintar suka tidak percaya kepada orang lain. Berbeda halnya sikap yang harus ada pada seorang wirausahawan yaitu percaya kepada orang lain, atau bisa mendelegasikan pekerjaan kepada yang lebih mampu dan kompeten. Disinilah ilmu manajemen dipakai. Yang kedua adalah Orang Pintar cenderung sombong. Kesalah kedua oleh orang pintar ini akan membawa ketidaksukaan dari partner atau rekan kerja. Yang terakhir adalah lama membuat keputusan. Alias telmi/telat mikir. Kebanyakan mikir karena senang berfikir. Peluang yang harus diputuskan secara cepat, sirna dengan cepat karena kelambatan dalam membuat keputusan.

Helmi Yahya juga berkata bahwa, para wirausaha haruslah punya MIMPI. Saya jadi teringat acaranya dia yang berjudul MIMPI KALI YE!? Masih ingatkan tentang acara reality show yang sempat top rank dijajaran program televisi? Wirausahawan harus punya mimpi. Mimpi tentu tidak sekedar mimpi bunga tidur. Mimpi yang realible untuk diwujudkan. Karena mimpi memberkan arah tujuan kita kemana akan melangkah. Mimpi juga akan meningkatkan potensi kita. Mimpi menjadikan pikiran kita disugesti secara terus menerus.

Sikap-sikap yang harus ditanamkan kepada wirausahawan adalah harus berani mencoba dan gagal. Kegagalan bukan merupakan hambatan. Kegagalan merupakan tangga menuju sukses. Selain itu Slalu berfikir kreatif dan inovatif. Bisa kita lihat acara yang dibuat oleh Helmi diataranya adalah uang kaget dan Tolong!!. Program yang bisa menyentuh kalangan masyarakat bawah, dan slalu bertema kemiskinan. Karena masyarakat kita mudah untuk dipengaruhi emosionalnya, sehingga program pun mempunyai rating yang tinggi.

Selain itu sikap lain yang harus ditumbuhkan oleh seorang wirausahawan adalah selalu berusaha berubah dari waktu kewaktu untuk menjadi lebih baik. Dalam ilmu manajemen ada yang disebut evaluating, atau evaluasi. Kita harus senantiasa memperbaiki setiap kesalahan dari waktu kewaktu agar kinerja lebih baik.
Terimakasih Atas Kunjungannya
Judul: Negara Ini butuh Wirausahawan Lebih Banyak
Ditulis oleh winarno adhi Prasetyo
Rating Blog 5 dari 5
Item Reviewed: Negara Ini butuh Wirausahawan Lebih Banyak
Semoga artikel Negara Ini butuh Wirausahawan Lebih Banyak ini bermanfaat bagi saudara. Silahkan membaca artikel kami yang lain.

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Komentar anda sangat berguna untuk perkembangan blog anda dan blog ini. Anda mendapat backlink GRAATIS , Silahkan Berkomentar...

 
Copyright © tukang blog
Designer : belajar internet