Wednesday, April 27, 2011

KELAHIRAN ATAU FERTILITAS




Pengertian Fertilitas

Fertilitas atau kelahiran merupakan salah satu faktor penambah jumlah penduduk disamping migrasi penduduk masuk . Kelahiran bayi membawa konsekuensi pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang bayi tersebut, termasuk pemenuhan gizi dan kecukupan kalori, perawatan kesehatan. Pada gilirannya, bayi ini akan tumbuh menjadi anak usia sekolah yang menuntut pendidikan, lalu masuk angkatan kerja dan menuntut pekerjaan. Bayi perempuan akan tumbuh menjadi remaja perempuan dan perempuan usia subur yang akan menikah dan melahirkan bayi.
 
Tingkat kelahiran di masa lalu mempengaruhi tingginya tingkat fertilitas masa kini. Jumlah kelahiran yang besar di masa lalu disertai dengan penurunan kematian bayi akan menyebabkan bayi-bayi tersebut tetap hidup dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya disaat kematian bayi masih tinggi. Lima belas tahun kemudian bayi-bayi ini akan membentuk kelompok perempuan usia subur.

Konsep Angka Kelahiran Tahunan
Indikator angka kelahiran tahunan mencerminkan tingkat kelahiran pada suatu waktu atau tahun tertentu. Umumnya mengemukakan ukuran tentang berapa banyaknya bayi yang lahir dibandingkan dengan jumlah perempuan usia subur, pada suatu tahun tertentu untuk daerah tertentu. Indikator Angka Kelahiran tahunan merupakan cerminan kelahiran dalam bentuk penampang lintang (cross section) dan bukan bersifat longitudinal atau histories.
Jumlah Kelahiran
            Jumlah kelahiran adalah banyaknya kelahiran hidup yang terjadi pada waktu tertentu di wilayah tertentu. Informasi tentang jumlah kelahiran bermanfaat untuk perencanaan pembangunan berbagai fasilitas yang dibutuhkan khususnya pengembangan fasilitas kesehatan ibu dan anak, baik untuk masa kini maupun untuk masa yang akan datang. Selain itu, data tentang jumlah kelahiran merupakan dasar untuk perhitungan berbagai indikator fertilitas seperti Angka Kelahiran Kasar, Angka Kelahiran Menurut Umur, Angka Fertilitas Total, Angka Reproduksi Bersih, dan Rasio Anak Wanita. 
 
Angka ini antara lain dapat dimanfaatkan untuk memperkirakan jumlah kebutuhan fasilitas kesehatan yang akan dibutuhkan oleh Ibu hamil maupun bayi-bayi yang lahir tersebut. Cara menghitung angka kelahiran tersebut dengan menjumlahkan seluruh kelahiran hidup yang terjadi di suatu wilayah dalam satu tahun tertentu.

Keberhasilan Pemerintah Dalam Menekan Pertumbuhan Penduduk

Pemerintah Indonesia telah berhasil melaksanakan program keluarga berencana sejak tahun 1971, yang ditandai dengan penurunan tingkat fertilitas dari 5,6 anak pada tahun-tahun 1970-an menjadi 2,4 anak per wanita menjelang tahun 2000. Sementara itu program kesehatan juga telah mampu meningkatkan derajat kesehatan penduduk Indonesia yang ditandai dengan penurunan tingkat kematian bayi dan peningkatan harapan hidup penduduk Indonesia. Kejadian ini menyebabkan terjadinya transisi demografi dalam jangka waktu lama yang berdampak pada perubahan struktur umur penduduk dan berkurangnya proporsi anak-anak dibawah usia 15 tahun.

          Sebelum program KB dilaksanakan, angka ketergantungan penduduk Indonesia adalah 86 anak per 100 penduduk usia kerja. Artinya, pada tahun 1970-an setiap 100 pekerja mempunyai 86 anak yang menjadi tanggungannya. Pada tahun 2000 angka ketergantungan menurun menjadi 55 per 100 penduduk usia kerja. Jadi program KB selama ini telah mampu mengurangi beban penduduk usia kerja untuk menanggung anak-anak.

Berikut data statistik angka kelahiran atau fertilitas total di Indonesia dari tahun 1990 sampai 2000.







1992
(1990-1994)
1997
(1995-1999)
2000
(1998-2002)


Indonesia





2.80
2.34
2.27

                                                                                                                        Sumber dari http://www.datastatistik-indonesia.com/


Walau pun jumlah angka kelahiran menurun, ternyata setiap tahun penduduk dunia bertambah sekitar 78 juta orang. Akhirnya pertumbuhan penduduk terjadi hanya di negara-negara berkembang. Di sana jumlah penduduk bertambah dari 5,4 miliar orang menjadi 7,9 miliar orang. Sebaliknya, jumlah penduduk negara-negara industri tetap pada angka 1,2 miliar orang.



Perbandingan Angka kelahiran Indonesia dengan Malaysia.

            Malaysia merupakan salah satu Negara tetangga Indonesia yang sedang pesat membangun.Salah satu penyebab utamanya adalah proses pertumbuhan yang dinamik setiap tahun. Pada tahun 1990 misalnya penduduk Malaysia berjumlah 17,8 juta penduduk. Berdasarkan Buletin Perangkaan Malaysia (terbitan Juni 2006) jumlah penduduk di Malaysia adalah 26,64 juta penduduk. 24,8 juta orang merupakan warganegara Malaysia, tetapi sisanya 1,84 juta merupakan bukan warganegara Malaysia.
Berbeda dengan Indonesia yang pemerintahnya menekan pertumbuhan penduduk, Malaysia justru sebaliknya, samapai saat ini menetapkan untuk meningkatkan jumlah penduduk bagi memenuhi keperluan Negara. Karena Malaysia masih membutuhkan banyak sumber daya manusia untuk memenuhi industri-industri yang sedemikian pesat, karena banyak investor asing masuk ke negaranya.


Perbandingan Angka Kelahiran Negara Berkembang Dengan Negara Maju.

Lebih dari dua pertiga penduduk dunia ini berada di negara-negara berkembang. Tingkat kelahiran dan tingkat kematian sangat berbeda, tingkat pertumbuhan penduduk tinggi, sedangkan di negara-negara maju pertumbuhan penduduknya rendah (7 orang per 1000 penduduk pada periode yang sama).
Tingkat kelahiran kasar tersebut mungkin merupakan cara yang paling gampang untuk membedakan negara berkembang dengan negara-negara maju. Bagi negara berkembang masih sulit untuk menekan tingkat pertumbuhan sampai di bawah 20 per-1000 penduduk, sebaliknya untuk mencapai angka di atas itu sulit bagi negara-negara maju. Sementara itu, jika ditinjau dari kelahiran tampak bahwa tingkat kelahiran negara berkembang masih relatif tinggi yaitu sekitar 33 per 1000 penduduk. Implikasi penting tingkat kelahiran ini adalah bahwa proporsi anak-anak di bawah usia 15 tahun hampir separuh dari penduduk total di negara berkembang, sedangkan di negara-negara maju kurang lebih seperempat dari jumlah penduduk. Keadaan tersebut menyebabkan tinggi beban tanggungan
            Tingkat pertumbuhan penduduk di Negara-negara maju relative rendah, yaitu dibawah 1% per tahun. Hal ini disebabkan karena angka kelahiran dan kematian sudah dapat dikontrol dan sebagian besar penduduk berstatus menikah telah menggunakan alat kontrasepsi. Angka kematian bayi di negara maju berkisara antara 8 – 14 orang per 1000 jiwa, Begitu pula angka kematian berkisar anatar 4 – 10 orang per 1000 jiwa, Indikator tingkat pendidikan dan kesehatan, serta kecilnya kematian, menunjukkan baiknya kualitas penduduk negara maju. Agar kalian memperoleh gambaran yang lebih jelas




           

Terimakasih Atas Kunjungannya
Judul: KELAHIRAN ATAU FERTILITAS
Ditulis oleh winarno adhi Prasetyo
Rating Blog 5 dari 5
Item Reviewed: KELAHIRAN ATAU FERTILITAS
Semoga artikel KELAHIRAN ATAU FERTILITAS ini bermanfaat bagi saudara. Silahkan membaca artikel kami yang lain.

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Komentar anda sangat berguna untuk perkembangan blog anda dan blog ini. Anda mendapat backlink GRAATIS , Silahkan Berkomentar...

 
Copyright © tukang blog
Designer : belajar internet