Sunday, April 17, 2011

Peran Bank Indonesia dalam Memerangi Kemiskinan



1. Latar Belakang
SEJAK awal kemerdekaan, bangsa Indonesia telah mempunyai perhatian besar terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana termuat dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar 1945. Program-program pembangunan yang dilaksanakan selama ini juga selalu memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang berkepanjangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Indonesia tahun 1996 masih sangat tinggi, yaitu sebesar 17,5 persen atau 34,5 juta orang. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan banyak ekonom yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya mengurangi penduduk miskin.

Perhatian pemerintah terhadap pengentasan kemiskinan pada pemerintahan reformasi terlihat lebih besar lagi setelah terjadinya krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997. Meskipun demikian, berdasarkan penghitungan BPS, persentase penduduk miskin di Indonesia sampai tahun 2003 masih tetap tinggi, sebesar 17,4 persen, dengan jumlah penduduk yang lebih besar, yaitu 37,4 juta orang.

Bahkan, berdasarkan angka Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2001, persentase keluarga miskin (keluarga prasejahtera dan sejahtera I) pada 2001 mencapai 52,07 persen, atau lebih dari separuh jumlah keluarga di Indonesia. Angka- angka ini mengindikasikan bahwa program-program penanggulangan kemiskinan selama ini belum berhasil mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia.




2. Masalah
Dalam strategi yang dilakukan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, diantaranya adalah dengan memajukan sektor riil dengan mendorong masyarakat untuk mandiri menjadi wirausaha. Hal ini harus didukung permodalan untuk memiliki factor-faktor produksi. Akan tetapi peran Bank Indonesia dan Perbankan secara nasional, masih rendah. Karena itu dalam pembahasan berikutnya akan dibahas peran-peran apa saja yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan Perbankan secara nasional serta bagaimana kemiskinan masih menjadi masalah sampai saat ini. Serta sejauh mana peranan perbankan nasional secara umum dalam mengatasi kesenjangan di masyarakat.

3. Pembahasan
Sebagai otoritas moneter, perbankan dan sistem pembayaran, tugas utama Bank Indonesia tidak saja menjaga stabilitas moneter, namun juga stabilitas sistem keuangan (perbankan dan sistem pembayaran). Keberhasilan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter tanpa diikuti oleh stabilitas sistem keuangan, tidak akan banyak artinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Stabilitas moneter dan stabilitas keuangan ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Kebijakan moneter memiliki dampak yang signifikan terhadap stabilitas keuangan begitu pula sebaliknya, stabilitas keuangan merupakan pilar yang mendasari efektivitas kebijakan moneter. Sistem keuangan merupakan salah satu alur transmisi kebijakan moneter, sehingga bila terjadi ketidakstabilan sistem keuangan maka transmisi kebijakan moneter tidak dapat berjalan secara normal. Sebaliknya, ketidakstabilan moneter secara fundamental akan mempengaruhi stabilitas sistem keuangan akibat tidak efektifnya fungsi sistem keuangan. Inilah yang menjadi latar belakang mengapa stabilitas sistem keuangan juga masih merupakan tugas dan tanggung jawab Bank Indonesia.

Pertanyaannya, bagaimana peranan Bank Indonesia dalam memelihara stabilitas sistem keuangan? Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki lima peran utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Kelima peran utama yang mencakup kebijakan dan instrumen dalam menjaga stabilitas sistem keuangan itu adalah:
Pertama, Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter antara lain melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka.

Kedua, Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat, khususnya perbankan.

Ketiga, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Bila terjadi gagal bayar (failure to settle) pada salah satu peserta dalam sistem sistem pembayaran, maka akan timbul risiko potensial yang cukup serius dan mengganggu kelancaran sistem pembayaran

Keempat, melalui fungsinya dalam riset dan pemantauan, Bank Indonesia dapat mengakses informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan.

Kelima, Bank Indonesia memiliki fungsi sebagai jaring pengaman sistim keuangan melalui fungsi bank sentral sebagai lender of the last resort (LoLR). Fungsi LoLR merupakan peran tradisional Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam mengelola krisis guna menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan

Dari tugas-tugas atau fungsi Bank Indonesia Diatas, terlihat bahwa peran BI sangat vital, karena berhubungan langsung dengan perbankan secara nasional. Oleh karena itu, Peran BI disini dalam penanggulangan Kemiskinan yaitu penyaluran dana kredit kepada masyarakat terlihat tidak langsung. Karena BI hanya mengatur stabilitas keuangan secara umum dan macro terhadap perbankan nasional. Berbeda dengan perbankan umum secara nasional yang mempunyai hubungan langsung dengan usaha masyarakat mikro. Dimana Peran Intermediasi dana perbankan sangat mendukung sektor riil bagi pembangunan ekonomi yang secara langsung dapat mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan. Salah satu upaya untuk menanggulangi kemiskinan adalah melalui pemberdayaan UMKM yang telah terbukti memiliki daya tahan yang relatif kuat dalam menghadapi krisis ekonomi yang lalu. Peran penting UMKM itu sendiri dapat ditinjau dari beberapa aspek, yaitu jumlah unit usaha yang terbentuk, penyerapan tenaga kerja, perannya dalam peningkatan produk domestik bruto (PDB) dan sumbangannya terhadap ekspor nasional. Dalam kurun waktu 1997-2001 rata-rata unit UMKM secara nasional mencapai 99,81% dari total perusahaan yang ada. Tenaga kerja yang bekerja dalam sektor UMKM ini juga mencapai 99,48% dari total pekerja nasional, selain itu UMKM memberikan sumbangan hingga 55,1% kepada PDB Nasional.

4.Kesimpulan
Peran Bank Indonesia dan Perbankan secara umum sangat dibutuhkan masyarakat. Karena peranan keduanya adalah saling bersinergi, dimana Bank Indonesia mengatur perbankan secara umum dan serta menetapkan kebijakan bunga yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. Disisi lain Perbankan secara umum sangat berperan dalam intermediasi dana. Dimana kebutuhan permodalan dalam memiliki factor-faktor produksi pasti membutuhkan dana. Dengan adanya UMKM yang dibuat oleh pemerintah memungkinkan para pengusaha kecil dan menengah mendapatkan bantuan permodalan guna memajukan usahanya yang secara langsung akan menaikan pendapatan ekonomi masyarakat. Sehingga ketika kemakmuran yang didapatkan masyarakat merata, tidak ada kesenjangan yang terlalu jauh antara masyarakat mampu secara ekonomi dan tidak mampu.
Terimakasih Atas Kunjungannya
Judul: Peran Bank Indonesia dalam Memerangi Kemiskinan
Ditulis oleh winarno adhi Prasetyo
Rating Blog 5 dari 5
Item Reviewed: Peran Bank Indonesia dalam Memerangi Kemiskinan
Semoga artikel Peran Bank Indonesia dalam Memerangi Kemiskinan ini bermanfaat bagi saudara. Silahkan membaca artikel kami yang lain.

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Komentar anda sangat berguna untuk perkembangan blog anda dan blog ini. Anda mendapat backlink GRAATIS , Silahkan Berkomentar...

 
Copyright © tukang blog
Designer : belajar internet